faktakalbar

Meski Diguyur Hujan, Salat Idulfitri di Ketapang Berlangsung Khidmat dan Lancar

Penulis: Redaksi Sunday, 22 March 2026 📖 2 menit
Meski Diguyur Hujan, Salat Idulfitri di Ketapang Berlangsung Khidmat dan Lancar
Faktakalbar.id, KETAPANG — Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Ketapang berlangsung khidmat meskipun sempat diguyur hujan pada Sabtu pagi (21/3/2026). Sejumlah titik masjid, termasuk Masjid Miftahul Jannah Kauman, dipadati oleh masyarakat yang antusias menunaikan ibadah secara berjamaah. Salah satu jemaah, Ridwan Apriliyanto, membagikan pengalamannya melalui wawancara daring mengenai suasana lebaran di wilayah kampung Kubing, kelurahan Kauman, kabupaten Ketapang. "Alhamdulillah untuk idul fitri tahun ini berkah ya, meskipun hari ini kondisi di Ketapang pagi sempat diguyur hujan tapi tidak membuat antusias masyarakat khususnya di kampung kubing, kauman, Ketapang untuk melaksanakan sholat ied berjamaah di masjid Miftahul Jannah Kauman Ketapang. Suasana sholat ied juga berlangsung khidmat dan terasa penuh kebersamaan dan kekeluargaan ya," ujar Ridwan, Sabtu (21/3/2026). Ridwan turut memberikan apresiasi terhadap kondisi keamanan dan kelancaran distribusi logistik di wilayahnya selama masa hari raya. Baca Juga:  Demi Tugas Reportase, Pekerja Media di Sintang Jalani Idulfitri Tahun Kedua Jauh dari Keluarga Besar "Kemudian saya juga mengapresiasi kepada pemerintah kabupaten ketapang dan jajaran aparat keamanan yang sudah menjaga kondusifitas selama lebaran idul fitri 1447H/2026, terutama untuk distribusi bbm yang tergolong aman dan lancar meskipun daerah lain di Kalbar ya kita dengar lagi susah tapi disini Alhamdulillah semuanya lancar ya, berkah pokoknya," tambahnya. Bagi Ridwan, makna Eid Mubarak tahun ini terletak pada nikmat kesehatan dan kebersamaan keluarga setelah menjalani ibadah puasa sebulan penuh. Ia juga menceritakan tradisi kuliner khas Ketapang yang menjadi menu wajib saat berkumpul. "Ya kami biasanya saling memaafkan ya, saling berkumpul bersama, dan yang ga kalah istimewa juga di ketapang ini khususnya kita kan ada masakan tradisional khusus itu 'ketupat colet', nah kami setelah berkumpul biasanya langsung menyantap ketupat bersama keluarga yang dimana makannya itu ga pakai sendok tapi pakai tangan ya, dengan daging sapi/ayam di cacah cacah dan ketupatnya langsung dicampur di gado gitu dan makannya pakai tangan langsung, makanya namanya 'ketupat colet'," jelasnya. Menyikapi adanya perbedaan penetapan hari raya tahun ini, Ridwan menilai hal tersebut tidak menghambat kerukunan masyarakat di lapangan. "Bedanya ya itu lebarannya beda, ada yang jumat ada yang sabtu hari ini, itu aja sih hehe. Harapannya ya sederhana aja ya semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu, dan kalbar tercinta ini selalu aman dan damai, bisa rukun tentram saling menghormati dan memupuk toleransi ya, meskipun tahun ini lebaran berbeda antara pemerintah dan beberapa Ormas tapi ya kita tetap saling menghormati dan menjaga keamanan ketertiban kalbar tercinta ini," pungkasnya. Baca Juga:  Ratusan Jemaah Padati Masjid An-Nur Polda Kalbar, Kapolda Pimpin Langsung Salat Idulfitri 1447 H (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK