MUI Ketapang Gelar Rakor, Sekda Tekankan Kolaborasi dan Moderasi Beragama
Faktakalbar.id, KETAPANG
-
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang
menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) selama dua hari di
Hotel Aston Ketapang
, (24–25/10/25).
Kegiatan yang dibuka oleh
Sekda Repalianto
ini difokuskan untuk menyegarkan komitmen organisasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, Selasa (28/10/25).
Ketua MUI
Kabupaten Ketapang
, KH. Moh. Faisol Maksum, menegaskan bahwa rakor ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk menyegarkan komitmen bersama dalam menjalankan amanah organisasi.
Baca Juga:
Empat Kecamatan di Ketapang Terdampak Banjir, BPBD Buka Layanan Aduan
Sedikitnya seratus peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari unsur pengurus MUI Kabupaten, MUI Kecamatan, KUA, organisasi keagamaan dan kepemudaan, majelis taklim, perguruan tinggi, serta pimpinan pondok pesantren.
Faisol menjelaskan bahwa tema rakor merangkum tiga pilar utama peran MUI, yakni
Khodimul Ummah
(melayani umat),
Shodiqul Hukumah
(mitra pemerintah), dan
Himayatul Ummah
(pelindung umat).
“MUI harus menjadi suara yang mencerahkan dan meneduhkan, bukan hanya mengoreksi, tetapi juga membimbing dengan bijak,”
ungkapnya.
Baca Juga:
Karyawan PT Rimba di Ketapang Diduga Disiksa Oknum TNI Pengaman Perusahaan
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, yang hadir mewakili Bupati Ketapang, menyampaikan tiga poin penting terkait penguatan kolaborasi pemerintah dengan MUI.
Tiga poin tersebut adalah moderasi beragama, peran MUI dalam pembangunan (sosial, ekonomi, dan kebangsaan), serta kewaspadaan terhadap hoaks dan ujaran kebencian demi menjaga kerukunan.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran ulama sangat penting sebagai pengarah moral dan penjaga keseimbangan,”
ujarnya.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.