faktakalbar

Nahas! Sedang Asik Mancing, Tiga Warga Tersambar Petir di Ketapang, Satu Tewas

Penulis: Redaksi Monday, 30 March 2026 📖 2 menit
Nahas! Sedang Asik Mancing, Tiga Warga Tersambar Petir di Ketapang, Satu Tewas
Faktakalbar.id, KETAPANG - Satu orang tewas dan dua lainnya harus mendapatkan perawatan medis secara intensif akibat insiden warga tersambar petir di Ketapang. Peristiwa nahas tersebut menimpa sekelompok warga yang tengah memancing ikan di tepi Sungai Nanga Tayap, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, pada hari Minggu (29/3/2026) sore. Baca Juga: Warga Desa Sentebang Meninggal Dunia Usai Tersambar Petir Saat Panen Padi Kapolsek Nanga Tayap, AKP Joko Susilo, membenarkan adanya insiden maut yang merenggut korban jiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 15.45 WIB saat kondisi cuaca di lokasi mulai memburuk, ditandai dengan turunnya hujan deras yang disertai angin kencang. Total terdapat empat orang warga yang sedang berada di lokasi kejadian, yakni Sutrisno (52), Junaidi (45), Siti Aminah (41), dan Ruslan (50). "Benar, ada empat orang yang sedang memancing di tepi sungai ketika sambaran petir menerjang. Saat ditemukan oleh warga sekitar, satu orang sudah tidak bernapas lagi," kata AKP Joko Susilo saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu malam. Identitas korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian diketahui bernama Sutrisno, warga yang berdomisili di Jalan Raya Nanga Tayap Nomor 12. Saat ini, jenazah korban telah diserahkan dan diantar ke rumah duka keluarga untuk segera dimakamkan sesuai dengan adat istiadat setempat. Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Junaidi dan Siti Aminah, dilaporkan selamat meski mengalami luka akibat efek sengatan arus listrik alam tersebut. Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Nanga Tayap untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ketapang guna penanganan lebih lanjut. Salah satu korban selamat, Junaidi, menceritakan detik-detik mengerikan saat kilat menyambar kelompok pemancing tersebut. "Saat itu kami sedang menikmati waktu bersama, memasang umpan dan menunggu ikan menggigit. Tiba-tiba terdengar guntur yang sangat keras, lalu saya melihat kilat menyambar langsung ke arah kita," ungkap Junaidi yang kini terbaring di RSUD Ketapang. Dokter yang menangani korban di RSUD Ketapang, dr. Rina Susanti, menyebutkan bahwa kondisi fisik kedua pasien mulai menunjukkan perkembangan yang positif. "Kondisi kedua korban saat ini sudah mulai membaik, namun masih perlu waktu untuk pemulihan karena beberapa bagian tubuh merasakan kesemutan dan nyeri akibat efek sambaran petir," jelas dr. Rina Susanti. Menindaklanjuti insiden warga tersambar petir di Ketapang ini, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang langsung mengeluarkan imbauan keselamatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Baca Juga: Tewas Tersambar Petir, Seorang Ibu Rumah Tangga di Kubu Raya Alami Luka di Kepala Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Indra Wijaya, meminta warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda ekstrem. "Hindari berada di tempat terbuka seperti tepi sungai, lapangan terbuka, atau dekat dengan pohon tinggi ketika cuaca mendung atau terjadi badai petir," tegas dr. Indra Wijaya. Pihaknya mengingatkan bahwa sambaran petir dapat terjadi kapan saja dan secara tiba-tiba, terutama di daerah terbuka yang minim tempat berlindung. Masyarakat diimbau untuk segera mencari tempat berlindung yang aman jika melihat tanda-tanda awan gelap, mendengar guntur, atau merasakan tiupan angin kencang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK