Pasokan Terbatas dan Permintaan Melonjak, SPBU di Ketapang Diserbu Warga
Ketidakseimbangan antara pasokan bahan bakar minyak yang terbatas dan lonjakan permintaan masyarakat memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kabupaten Ketapang pada Selasa (21/7/2026).
Ketidakseimbangan antara pasokan bahan bakar minyak yang terbatas dan lonjakan permintaan masyarakat memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kabupaten Ketapang pada Selasa (21/7/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan kendaraan roda dua dan roda empat yang mengular hingga ke badan jalan di kawasan Kota Ketapang serta kecamatan sekitarnya sejak pagi hari.
Terbatasnya pasokan bahan bakar minyak di pasaran membuat SPBU menjadi satu-satunya tumpuan utama warga untuk mendapatkan bahan bakar dengan harga normal.
Seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa penumpukan antrean terjadi akibat tingginya konsumsi warga yang tidak sebanding dengan stok yang diterima.
“Permintaan memang meningkat tajam beberapa hari ini, sedangkan pasokan terbatas. Itu yang membuat antrean menjadi panjang,” ujarnya.
Fenomena ini juga berimbas pada langkanya pasokan Pertalite di tingkat pedagang eceran di seluruh penjuru kota.
Sebagai dampaknya, sebagian warga terpaksa beralih membeli Pertamax eceran yang harganya meroket hingga mencapai Rp20.000 per liter.
Tingginya harga eceran tersebut membuat warga memilih untuk tetap bertahan dalam antrean SPBU meskipun harus menunggu hingga beberapa jam.
Masyarakat mengeluhkan situasi ini karena dinilai mulai mengganggu kelancaran mobilitas harian dan kegiatan ekonomi warga setempat.
Hingga Selasa siang, belum terlihat adanya tanda-tanda penyesuaian jumlah pasokan BBM ke SPBU untuk mengurai antrean kendaraan.
Masyarakat berharap pasokan BBM ke setiap penyalur dapat segera ditambah agar situasi distribusi kembali berjalan normal.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.