faktakalbar

Dari Pustakawan Desa Menjadi Motor Penggerak Literasi: Kisah Retma Ratri di Sukadamai

Penulis: Redaksi Thursday, 04 September 2025 📖 2 menit
Dari Pustakawan Desa Menjadi Motor Penggerak Literasi: Kisah Retma Ratri di Sukadamai
Faktakalbar.id, KETAPANG - Seorang ibu rumah tangga lulusan SMK, Retma Ratri, menantang dirinya untuk mewujudkan mimpi membangun desa melalui literasi. Awalnya, ia tidak menyangka jika menjadi pustakawan tak sekadar menjaga buku. Perubahan pandangan Retma datang setelah mengikuti program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Baca Juga: Mudahnya Urus Surat Bebas Pustaka di Perpustakaan Universitas Tanjungpura Program ini membuatnya menyadari bahwa perpustakaan memiliki makna yang jauh lebih luas dan dapat berperan besar dalam lingkungan masyarakat. "Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memberikan ruang dan akses bagi masyarakat, terlebih Desa Sukadamai di Kecamatan Kendawangan yang berjarak 146 kilometer dari pusat Kota Ketapang," ungkap Retma. Ia menceritakan bahwa keterlibatannya dalam gerakan literasi dimulai ketika ia ditawari oleh kepala desa untuk menjadi penjaga perpustakaan, dengan tugas sederhana mencatat peminjam buku. Seiring waktu, kontribusi Retma dalam menggerakkan literasi di Desa Sukadamai mendapat dukungan kuat dari pemerintah desa dan masyarakat. Kerja keras Retma dan dukungan semua pihak membuahkan hasil. Desa Sukadamai berhasil menjadi juara 1 dalam Lomba Perpustakaan Desa tingkat Kabupaten Ketapang tahun 2025, mengalahkan 252 desa lainnya. "Hasil terbaik di tingkat Kabupaten Ketapang menjadi modal sosial bagi Retma dan membawa Desa Sukadamai meraih Juara 3 dalam perlombaan perpustakaan desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat," jelasnya. Retma mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian ini. Baca Juga: Siap Jadi Ikon Baru, Perpustakaan Pontianak Tawarkan Fasilitas Modern dan Inklusif Ia tidak menyangka Perpustakaan Desa Sukadamai akan mendapat apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di tahun 2025. "Pencapaian Retma sebagai Kepala Perpustakaan bukan tanpa kerja keras. Ia bersama perangkat desa lainnya membangun Perpustakaan Desa menjadi lembaga yang inklusif dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat," tambahnya. Dalam menjalankan misinya, Retma merancang berbagai program inklusif, seperti menyediakan bahan bacaan bermutu, dan memperkuat kerja sama dengan lembaga desa lain seperti PKK, Karang Taruna, serta sekolah-sekolah di sekitar. Selain itu, Retma juga mengembangkan program penunjang lain yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa, seperti pelatihan menari dan komputer, bimbingan belajar bahasa Inggris dan matematika, serta pembinaan kelompok pembibitan ikan tawar. Baca Juga: Transformasi Perpustakaan Keliling Pontianak Jadi PerpusG2S, Tingkatkan Literasi Anak Retma mengatakan bahwa perbaikan terus dilakukan, terutama dalam menambah koleksi buku dan mendorong keterlibatan masyarakat, yang menjadi kunci utama untuk menumbuhkan budaya literasi. Ke depan, Retma berharap perpustakaan inklusi Sukadamai dapat menjadi wadah bagi pemuda dan pegiat literasi untuk mengembangkan inovasi dan gagasan dalam program literasi ekonomi dan kewirausahaan, yang pada akhirnya akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK