Warga Siap Bebaskan Lahan, Pemdes Sukakarya Upayakan Percepatan Listrik ke Batu Menang
Faktakalbar.id, KETAPANG
– Pemerintah Desa (Pemdes)
Sukakarya
terus berupaya mempercepat realisasi pembangunan jaringan listrik menuju wilayah Batu Menang.
Baca Juga:
Perjuangkan Listrik Dusun Batu Menang, Kades Sukakarya Bakal Audiensi ke Kementerian ESDM
Upaya ini dilakukan melalui komunikasi intensif dan pengajuan proposal langsung kepada pihak terkait, termasuk ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (
ESDM
), Rabu (11/3/2026).
Kepala Desa Sukakarya Harsoyo mengungkapkan bahwa berdasarkan rencana awal, pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut baru dijadwalkan pada tahun 2029.
Namun, melihat urgensi kebutuhan masyarakat, pihaknya bersama perwakilan warga proaktif menyampaikan aspirasi agar program tersebut bisa segera terealisasi.
Salah satu poin penting dalam usulan tersebut adalah kesediaan masyarakat untuk mendukung penuh proses pembangunan.
Harsoyo menyebutkan bahwa proposal yang diajukan sejak 2023 telah dilengkapi dengan surat pernyataan dari warga Batu Menang.
“Dalam proposal tersebut sudah disertakan pernyataan masyarakat Batu Menang yang menyatakan bahwa apabila jaringan listrik melewati lahan mereka, masyarakat tidak akan menuntut ganti rugi. Artinya masyarakat siap membebaskan tanam tumbuh yang dilalui jaringan listrik,”
tegas Harsoyo.
Komitmen warga ini diharapkan menjadi pertimbangan kuat bagi otoritas terkait untuk memajukan jadwal pembangunan.
Harsoyo optimis peluang percepatan cukup terbuka lebar setelah dokumen tersebut dipelajari oleh pihak kementerian.
“Berdasarkan apa yang kami sampaikan, kemungkinan besar masuknya jaringan listrik ke Batu Menang bisa dipercepat. Bisa saja dalam tahun ini atau tahun depan, meskipun mereka belum bisa memastikan waktu persisnya,”
tambahnya.
Meski demikian, Harsoyo menyadari bahwa keputusan final berada di tingkat pusat, khususnya PLN, sementara pihak kementerian berperan dalam pengelolaan anggaran dan program.
Baca Juga:
Cegah Kemacetan, Satpol PP Ketapang Panggil Jukir dan Pemilik Toko Elegan
Ia menyebutkan, tahun ini Provinsi Kalimantan Barat mendapat alokasi anggaran sektor kelistrikan sekitar Rp9 triliun, namun penentuan skala prioritas tetap menjadi wewenang PLN pusat.
Di sisi lain, dukungan infrastruktur kelistrikan di wilayah sekitar juga mulai ditingkatkan. Camat Marau saat meninjau pembangkit di Air Upas mengonfirmasi adanya penambahan delapan mesin baru di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) setempat.
Fasilitas ini disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di tiga kecamatan, terutama saat musim kemarau.
Dengan adanya komitmen pembebasan lahan dari warga dan koordinasi yang terus berjalan, Pemdes Sukakarya berharap krisis listrik di Batu Menang dapat segera teratasi sehingga masyarakat bisa menikmati aliran listrik yang stabil dan berkelanjutan.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.