faktakalbar

Warga Keluhkan Air Keruh Akibat PETI, Kapolsek Sungai Laur Sibuk Cek Lahan Jagung

Penulis: Redaksi Tuesday, 29 July 2025 📖 1 menit
Warga Keluhkan Air Keruh Akibat PETI, Kapolsek Sungai Laur Sibuk Cek Lahan Jagung
Faktakalbar.id, KETAPANG – Warga Kecamatan Sungai Laur , Kabupaten Ketapang, kembali dibuat resah dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian merajalela. Baca Juga:   Razia PETI di Ketapang Bocor, Kapolres: Pekerja Tambang Lari ke Hutan Di tengah keluhan warga yang menghirup debu dan mandi air keruh, Kapolsek Sungai Laur justru terlihat sibuk mendampingi pihak perusahaan untuk mengecek lahan pertanian jagung. Pada Senin (14/07/2025), Kapolsek Sungai Laur AKP Elman Pasaribu bersama General Manager PT Mulia Bhakti Kahuripan (MBK) , Hendra Hartanto, melakukan pengecekan lahan seluas satu hektar di Desa Sukaramai yang akan digunakan untuk program penanaman jagung hibrida. Kegiatan itu disebut sebagai bentuk sinergi antara aparat keamanan dan pihak swasta dalam mendukung program ketahanan pangan. Kapolsek bahkan menyampaikan apresiasinya terhadap PT MBK dan berharap kegiatan tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa. Namun di sisi lain, jeritan warga soal PETI justru terdengar makin nyaring. Baca Juga:   MTQ ke-32 Ketapang Resmi Dibuka di Sungai Laur, Dimeriahkan Atraksi Drumband dan Drama Kolosal Air sungai yang dulunya jernih kini setiap hari berubah keruh pekat. Salah satu warga berinisial BS mengaku kecewa karena aktivitas ilegal ini berjalan terus seolah tanpa kendali. “ Kami tiap hari melihat airnya sangat keruh. Warga terus mengeluh, tapi seperti tidak ada jalan keluar. Dulu sempat berhenti, tapi beberapa bulan terakhir mereka kembali menambang seperti biasa. Seolah tak ada yang bisa menghentikan mereka ,” ungkap BS. Dampak PETI tak hanya mencemari sungai, tapi juga mengganggu kesehatan warga. Anak-anak dan orang dewasa mulai mengeluhkan gatal-gatal, penyakit kulit, hingga diare. Warga menduga para pelaku PETI memiliki jejaring kuat hingga bisa lolos dari razia dan penindakan. Ironisnya, saat warga butuh kehadiran aparat di lapangan untuk memberantas tambang ilegal, yang tampak justru foto-foto silaturahmi aparat bersama korporasi di tengah ladang jagung. Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bersikap lebih tegas dan hadir di tengah persoalan utama yang dihadapi rakyat, bukan hanya dalam program yang penuh seremonial. (fd)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK