Semarak Grebeg Suro 2025 di Ketapang: Bupati Lepas Kirab Budaya dan Sedekah Bumi
Faktakalbar.id, KETAPANG -
Suasana penuh kebanggaan dan semangat budaya menyelimuti
Kabupaten Ketapang
saat perayaan Grebeg Suro 2025 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Paguyuban Keluarga Jawa resmi digelar.
Bupati Ketapang, Martin Rantan, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Jawa, melepas secara langsung Parade Kirab Budaya dan prosesi Sedekah Bumi.
Acara yang semarak ini diawali dari halaman Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang pada Minggu (27/07/2025).
Baca Juga:
Bupati Ketapang Tinjau Pengobatan Gratis, Tegaskan Komitmen Pembangunan Merata
Dengan resmi, Bupati melepas barisan kirab yang menampilkan iring-iringan mobil gunungan hasil bumi, mobil hias dengan beragam tema budaya Jawa, serta rombongan peserta yang datang dari berbagai kecamatan di Ketapang.
Parade bergerak menyusuri jalan-jalan utama kota, menarik perhatian publik saat melintasi titik keramaian di Bundaran Taman Kedondong.
Dari titik ini, para peserta melanjutkan kirab dengan berjalan kaki menuju lokasi puncak acara di halaman Kantor Bupati Ketapang.
Barisan kirab dipimpin oleh penampilan drumband yang gagah, diikuti oleh berbagai pertunjukan kesenian tradisional yang memukau seperti Reog Ponorogo, Kuda Lumping (Jaran Kepang), Singo Barong, hingga aneka tari-tarian.
Anggota paguyuban yang mengenakan pakaian adat khas Jawa serta para pembawa panji budaya turut menambah kemeriahan.
Lebih dari 20 paguyuban lokal masyarakat Jawa di Ketapang dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paguyuban dari berbagai kecamatan turut berpartisipasi.
Baca Juga:
Bupati Ketapang Hadiri Tradisi Adat Bayar Niat Guling Bantan Puja
Semangat kebersamaan dan gotong royong terpancar jelas dari para peserta serta antusiasme masyarakat yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan.
Dalam sambutan resminya, Bupati Ketapang menyampaikan pesan persatuan dan komitmennya untuk seluruh masyarakat.
"Saya berdiri untuk semua. Ketapang ini adalah rumah besar kita bersama, rumah yang aman, nyaman, dan damai untuk kita diami, jaga, dan bangun secara bergotong royong.”
Bupati Alexander Wilyo juga menegaskan komitmennya, baik secara pribadi maupun sebagai kepala pemerintahan, untuk terus mendukung pelestarian budaya leluhur.
“Sebagai bagian dari keluarga besar Jawa, saya berkomitmen untuk terus melestarikan adat, adab, dan tradisi leluhur. Budaya Jawa bukan hanya warisan, tapi juga arah nilai dalam membangun peradaban.”
Ia pun memberikan janji untuk penyelenggaraan acara yang lebih besar di masa mendatang.
“Dan, tahun depan, Grebeg Suro akan kita buat lebih meriah lagi, lebih besar, lebih terbuka, dan lebih melibatkan seluruh masyarakat.”
Perayaan Grebeg Suro 2025 di Ketapang tahun ini mengusung tema “Bergandeng Erat, Bergerak Cepat, Gotong Royong Membangun Negeri”.
Tema ini mencerminkan semangat kolektif untuk membangun Ketapang yang inklusif, berkeadaban, dan kuat berakar pada kearifan lokal.
Setibanya di halaman Kantor Bupati, prosesi Sedekah Bumi digelar dengan khidmat.
Baca Juga:
Eratkan Silaturahmi di Jelai Hulu, Bupati Ketapang Ajak Warga Kawal Pembangunan Berkeadilan
Bupati secara simbolis menyerahkan gunungan hasil bumi kepada masyarakat, yang kemudian disambut dengan tradisi "rebutan berkah".
Prosesi ini menjadi simbol harapan dan rasa syukur yang terus dihidupkan.
Bupati mengajak seluruh elemen untuk terus menghidupkan warisan budaya.
"Kegiatan ini membuktikan bahwa budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dihidupkan, dirayakan, dan diwariskan."
Ia menutup pesannya dengan penegasan tentang Ketapang sebagai tanah persatuan.
"Ketapang adalah tanah damai yang menerima semua anak bangsa. Dan dari tanah ini, kita bangun masa depan yang berakar dan bersatu."
(AF)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.