Soroti Isu Tenaga Kerja Lokal dan DOB, Bupati Ketapang Desak Perusahaan Swasta Berkontribusi
Faktakalbar.id, KETAPANG –
Bupati Ketapang,
Alexander Wilyo
, menekankan pentingnya
sinergi
lintas sektoral, terutama pelibatan pihak swasta, untuk menyiasati beban pembangunan daerah yang luas.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah bersama jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha di Pendopo Bupati Ketapang, Jumat (17/4) malam.
Secara spesifik, Alexander menyoroti peran perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Ketapang.
Mengingat luas geografis kabupaten ini yang hampir menyamai luas Provinsi Jawa Barat, ia menilai pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Baca Juga:
Gagalkan Transaksi Sabu di Air Upas Ketapang, Polisi Ringkus Dua Pelaku
Pihaknya telah mengeluarkan instruksi tegas agar sektor swasta mengambil peran aktif dalam menekan angka kemiskinan dengan cara memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.
"Saya minta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jika masyarakat kita belum siap, maka harus dibina dan dilatih hingga siap bekerja," tegas Alexander di hadapan para tamu undangan.
Selain isu ketenagakerjaan, upaya pemerataan pembangunan infrastruktur dan ekonomi ke wilayah pedalaman juga terus didorong melalui usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).
Alexander mengonfirmasi bahwa proses pemekaran tersebut saat ini telah mengantongi persetujuan dari DPRD serta Gubernur Kalimantan Barat, dan sedang dalam tahap kajian di tingkat pemerintah pusat.
"Kita optimistis, walaupun ini berat, perjuangan tidak boleh berhenti. Kita yakin ke depan akan ada progres dan respons positif dari pusat," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Alexander juga menyinggung kondisi demografi Ketapang yang sangat heterogen.
Dengan kehadiran berbagai kelompok masyarakat dari Paguyuban Jawa, Pasundan, Tionghoa, Bugis, Minang, hingga Flobamora dan Bali, ia menyebut Ketapang sebagai miniatur Indonesia.
Ia mengibaratkan wilayah tersebut sebagai "rumah besar" yang stabilitas dan kerukunannya harus dijaga secara kolektif oleh seluruh etnis dan umat beragama.
Turut hadir dalam agenda tersebut Bupati Ketapang periode 2016–2025, Dermalo Martin Rantan. Rangkaian acara malam itu juga diisi dengan penampilan seni bela diri dari IPSI Ketapang, tarian tradisional, serta penyerahan santunan sosial kepada anak yatim.
Baca Juga:
Belum Penuhi Standar Teknis, Operasional 12 Dapur MBG di Ketapang Dihentikan Sementara
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.