faktakalbar

Tebus Sembako Rp50 Ribu, Warga Antusias Serbu Gerakan Pangan Murah di Ketapang

Penulis: Redaksi Friday, 10 April 2026 📖 2 menit
Tebus Sembako Rp50 Ribu, Warga Antusias Serbu Gerakan Pangan Murah di Ketapang
Faktakalbar.id, KETAPANG – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menggelar program Gerakan Pangan Murah di Ketapang, tepatnya di Gedung Pancasila, pada Kamis (9/4/2026). Langkah intervensi pasar ini dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengantisipasi fluktuasi harga kebutuhan pokok serta menekan laju inflasi pasca-Hari Raya Idulfitri 2026. Baca Juga:  Tekan Inflasi Jelang Lebaran, Pemprov Kalbar Gelar Operasi Pasar Murah di Kayong Utara Kehadiran program stabilitas harga tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat. Ratusan warga terpantau rela mengantre sejak siang hari demi mendapatkan berbagai komoditas bahan pangan strategis yang dijual dengan harga jauh di bawah rata-rata harga pasar saat ini. Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Ketapang ini menjadi strategi jitu pemerintah dalam memastikan ketersediaan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat luas di tengah potensi lonjakan harga usai perayaan hari besar keagamaan. Dalam pelaksanaan pasar murah kali ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan subsidi harga terhadap paket bahan pokok yang didistribusikan kepada masyarakat. Gubernur Ria Norsan bahkan memberikan potongan harga tambahan secara langsung di lokasi kegiatan sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang telah bersabar mengantre. "Jadi kalau di pasaran harga ini dijual seharga Rp.120.000, kemudian kita subsidi sebesar Rp.30.000 sehingga harga perpaket ini kita jual seharga Rp.90.000. Oleh karena Bapak ibu sudah lama mengantri, kita berikan subsidi kembali, maka bapak ibu cukup membayar sebesar Rp.50.000," kata Ria Norsan. Pernyataan pemotongan harga dari kepala daerah tersebut langsung disambut dengan riuh tepuk tangan dari warga yang memadati area Gedung Pancasila. Baca Juga:  Buka Pasar Murah di Sambas, Wagub Kalbar Minta Pemda Bangun Sentra Produksi Selain memberikan subsidi berlapis, Ria Norsan juga menggunakan kesempatan peninjauan tersebut untuk menegaskan kepada publik bahwa ketersediaan stok pangan di seluruh wilayah Kalimantan Barat saat ini masih dalam kondisi yang sangat aman dan mencukupi kebutuhan harian masyarakat. Ia menjelaskan bahwa intervensi pasar melalui program operasi pasar ini dirancang secara sistematis untuk memotong jalur distribusi yang kerap menjadi biang kerok pemicu kenaikan harga barang. Pemerintah daerah berupaya memfasilitasi bertemunya produsen bahan pokok secara langsung dengan masyarakat selaku konsumen akhir. "Gerakan ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan distribusi pangan dari produsen langsung ke tangan konsumen tanpa rantai distribusi yang terlalu panjang," pungkasnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK