Terima Peci Keraton Matan, Bupati Ketapang Tegaskan Amanah Pelestarian Budaya
Faktakalbar.id, KETAPANG –
Momen istimewa terjadi saat Bupati
Ketapang
, Alexander Wilyo, menghadiri silaturahmi di kediaman Pangeran Mangku Negara, Uti Faradian, Minggu (5/4/2026).
Dalam acara tersebut, Bupati Alexander secara khusus menerima cinderamata berupa sebuah peci dari pihak Keraton Matan yang diserahkan langsung oleh Pangeran Mangku Negara di hadapan jajaran para sesepuh kerajaan.
Baca Juga:
Resmikan Jalan Pelang-Sungai Kepuluk, Bupati Ketapang Harap Roda Ekonomi Masyarakat Meningkat
Penyerahan penutup kepala tersebut bukan sekadar prosesi seremonial biasa. Peci itu dimaknai secara mendalam sebagai simbol persahabatan yang erat, pengakuan, serta kedekatan batin antara institusi Pemerintah Kabupaten Ketapang dengan keluarga besar Kerajaan Matan.
“Saya merasa sangat terhormat atas pemberian ini. Peci ini bukan sekadar pelengkap busana, tetapi simbol kedekatan batin dan persahabatan yang akan saya kenakan dengan penuh kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar ini,” ungkap Bupati Alexander saat menerima cinderamata tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Alexander Wilyo juga menyinggung perihal kedekatan personalnya dengan lingkungan keraton secara luas.
Ia menautkan komitmen kebudayaannya tersebut dengan Gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Darmonagoro yang pernah ia terima.
Gelar kehormatan keraton tingkat tinggi tersebut dianugerahkan secara langsung oleh Susuhunan Paku Buwono XIII dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Bagi Bupati Ketapang, Gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Darmonagoro bukanlah sekadar titel untuk kebanggaan semata, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang besar.
Baca Juga:
Momen Silaturahmi Idulfitri, Bupati Ketapang Kunjungi Kediaman Tokoh Nasional Boyman Harun
Gelar tersebut menjadi pengingat baginya untuk selalu menempatkan tata krama dan pelestarian tradisi dalam setiap pengambilan kebijakan publik di daerah yang dipimpinnya.
“Bagi saya, amanah dari Susuhunan Paku Buwono XIII ini adalah mandat untuk selalu mengedepankan adab, menjaga kelestarian budaya, serta memperkuat persatuan dalam setiap langkah pengabdian saya kepada masyarakat,” jelasnya kepada para hadirin.
Integrasi antara nilai-nilai luhur yang disimbolkan lewat peci dari Keraton Matan dan mandat budaya dari Surakarta ini semakin mempertegas posisi Alexander Wilyo sebagai kepala daerah yang peduli pada aspek kearifan lokal.
Ia meyakini bahwa pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Kabupaten Ketapang harus selalu berjalan beriringan dengan penguatan kebudayaan agar peradaban daerah tetap tegak dan bermartabat.
(*Red)
Tag:
#Pemkab Ketapang
#alexander wilyo
#Gelar Kehormatan Keraton
#Peci Keraton Matan
#Kasunanan Surakarta
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.