faktakalbar

Tinjau Terminal Baru Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Wagub Kalbar Targetkan Pembukaan Rute Baru

Penulis: Redaksi Saturday, 07 March 2026 📖 2 menit
Tinjau Terminal Baru Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Wagub Kalbar Targetkan Pembukaan Rute Baru
Faktakalbar.id, KETAPANG - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan , meninjau langsung progres pembangunan dan peningkatan fasilitas terminal baru di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Kabupaten Ketapang, pada Jumat (6/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengembangan infrastruktur transportasi udara di wilayah selatan Kalimantan Barat berjalan sesuai rencana guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Baca Juga: 47 Desa Belum Teraliri Listrik, Bupati Ketapang Desak Pusat Percepat Pembangunan Jaringan Listrik Kedatangan Krisantus Kurniawan di Kabupaten Ketapang menggunakan pesawat udara disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, beserta jajaran pejabat daerah di apron bandara. Kunjungan kerja ke Kota Ale-Ale ini merupakan rangkaian agenda rutin yang meliputi operasi pasar murah, silaturahmi Ramadhan bersama masyarakat, hingga rencana kelanjutan kunjungan kerja ke Kabupaten Kayong Utara. Usai prosesi penyambutan, Wagub bersama Sekda Ketapang segera bergerak meninjau area pembangunan terminal baru. Krisantus menilai bahwa pengembangan Bandara Rahadi Oesman Ketapang merupakan langkah strategis yang sangat vital. Baca Juga: Pemkab Ketapang Sambut Positif Rencana Pembangunan Lapas Baru Hal ini didasari pada kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang cepat dan efisien di tengah luasnya wilayah Kalimantan Barat. “Saya baru saja mendarat di Ketapang dan ini pertama kalinya saya menggunakan pesawat ke sini. Biasanya saya menempuh perjalanan menggunakan mobil. Pembangunan terminal baru di Bandara Ketapang ini tentu menjadi perkembangan yang sangat baik,” ujar Krisantus Kurniawan di sela-sela peninjauan. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah berkolaborasi memperluas fasilitas bandara. Menurutnya, perluasan ini akan memberikan dampak domino yang positif terhadap mobilitas penduduk serta percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya. Infrastruktur yang memadai diyakini akan menarik lebih banyak maskapai untuk membuka layanan penerbangan. “Kita sangat mengapresiasi perluasan Bandara Ketapang ini. Saat ini sudah ada sekitar tujuh penerbangan yang melayani rute dari dan ke Ketapang. Ke depan juga direncanakan akan dibuka rute penerbangan baru, termasuk rute menuju Pangkalan Bun,” ungkapnya. Lebih lanjut, Krisantus menjelaskan bahwa penambahan rute penerbangan baru ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, akan menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan arus penumpang. Selama ini, sebagian besar konektivitas udara di Kalimantan Barat masih bertumpu pada Bandara Internasional Supadio di Pontianak. “Kalau nanti rute ke Pangkalan Bun dibuka, ini akan sangat membantu. Kepadatan penerbangan yang selama ini bertumpu di Pontianak bisa lebih terurai. Dengan semakin banyaknya penerbangan, tentu ini akan memperpendek waktu tempuh dan mempermudah masyarakat dalam bepergian,” jelas Krisantus. Selain efisiensi waktu, penambahan fasilitas di Bandara Rahadi Oesman Ketapang dan pembukaan rute baru akan memberikan fleksibilitas pilihan bagi calon penumpang. Baca Juga: Bupati Ketapang Buka TMMD Reguler ke-127 di Sungai Laur untuk Percepatan Pembangunan Masyarakat tidak lagi terpaku pada satu jalur akses saja jika terjadi lonjakan permintaan tiket. “Masyarakat nantinya memiliki alternatif perjalanan. Misalnya jika penerbangan ke Pontianak penuh, mereka bisa melalui Pangkalan Bun. Jadi pilihan transportasinya semakin banyak dan lebih fleksibel,” pungkasnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mengawal proyek strategis ini hingga tuntas. Dengan terminal yang lebih modern dan luas, Bandara Rahadi Oesman diharapkan mampu melayani peningkatan volume penumpang serta memperkuat posisi Kabupaten Ketapang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK