Viral! Pelayanan SPBU Simpang 2 Ketapang Dinilai Diskriminatif, Tolak 'Mobil Luar' dan Hanya Layani 'Warga Kampung'
Faktakalbar.id, KETAPANG -
Sebuah keluhan dari seorang warganet mengenai pelayanan
SPBU
Simpang 2 Ketapang, viral di media sosial.
Warganet tersebut menyoroti dugaan praktik diskriminatif di SPBU tersebut yang merugikannya saat hendak mengisi bahan bakar jenis solar.
Baca Juga:
Pertamina Ancam Tindak SPBU Nakal, Kuota BBM Ekspedisi Dicek Ulang
Dalam unggahan yang beredar luas itu, warganet tersebut menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya.
Ia menuduh pihak SPBU "banyak main" dan diduga kuat memprioritaskan kendaraan tertentu, dalam hal ini "mobil kampung", sementara kendaraan dari luar tidak dilayani.
“Saya mau ngasi tau, tadi saya mau isi solar di SPBU simpang 2 kecamatan Ketapang Kalimantan Barat, pihak SPBU banyak main min, mobil luar tidak boleh ngisi yang boleh cuman mobil kampung,” tulis warganet tersebut, menceritakan pengalamannya.
Keluhan tidak berhenti di situ. Puncak kekecewaan warganet terjadi ketika ia diberitahu oleh petugas bahwa stok solar telah habis.
Namun, ia mengklaim masih melihat ada kendaraan lain yang sedang dalam antrean dan tetap dilayani pengisian di dalam area SPBU.
Baca Juga:
Solar Subsidi Dikuasai Mafia, Sopir Truk Geram,Siapkan Demo Besar ke Pertamina
Parahnya lagi, menurut kesaksiannya, gerbang SPBU langsung ditutup sesaat setelah ia dinyatakan tidak bisa mengisi.
“Dan saya tadi dibilang habiss tapi masih ad yang antri ngisi minyak min di dalam, setelah di bilang habis pagar langsung di tutup min,” lanjutnya dalam keluhan yang sama.
Unggahan ini sontak memicu beragam reaksi dari pengguna media sosial lainnya. Banyak yang mempertanyakan standar operasional dan transparansi dari pelayanan SPBU Simpang 2 Ketapang tersebut.
Warganet berharap ada tindak lanjut atau klarifikasi dari pihak terkait, termasuk Pertamina, agar kejadian serupa tidak terulang dan merugikan konsumen lain.
Baca Juga:
Dituding Terlibat Oleh Wagub, Pertamina Gerah dan Nyatakan Sudah Proaktif Bantu Polda
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.