faktakalbar

Warga Keluhkan Air Sungai Jelai Keruh, Polisi Temukan Indikasi Aktivitas PETI

Penulis: Redaksi Sunday, 25 January 2026 📖 1 menit
Warga Keluhkan Air Sungai Jelai Keruh, Polisi Temukan Indikasi Aktivitas PETI
Faktakalbar.id, KETAPANG – Keluhan masyarakat mengenai kondisi air Sungai Jelai yang keruh direspons oleh aparat kepolisian Sektor (Polsek) Jelai Hulu. Warga setempat melaporkan bahwa sumber air utama yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tersebut kini tercemar, diduga akibat maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Baca Juga: Razia PETI di Mentebah: Penambang Kabur, Dua Unit Mesin Dimusnahkan Menindaklanjuti keresahan tersebut, petugas kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan awal, petugas menemukan adanya indikasi kuat operasional tambang ilegal di sekitar bantaran sungai. Aktivitas inilah yang disinyalir menjadi penyebab utama penurunan kualitas air yang merugikan masyarakat luas. Terkait temuan ini, pihak kepolisian meminta agar kegiatan yang merusak ekosistem tersebut segera dihentikan demi keselamatan bersama. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI karena berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan warga," tegas pihak Polsek Jelai Hulu dalam keterangannya. Selain memberikan peringatan, kepolisian juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam pengawasan lingkungan. Baca Juga: Tak Temukan Penambang, Polisi Gencarkan Edukasi Bahaya PETI ke Warga Nanga Mahap Warga diminta proaktif memberikan informasi jika melihat praktik ilegal tersebut beroperasi kembali. "Masyarakat diminta untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah hukum Polsek Jelai Hulu," tambahnya. Langkah pengecekan ini diharapkan menjadi awal penanganan masalah pencemaran air Sungai Jelai agar kembali layak digunakan oleh warga. (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK