Warga Ketapang Meninggal Akibat Kasus Hanta Virus Pertama dan Dipastikan Tidak Menular Antar Manusia
Faktakalbar.id, KETAPANG -
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang
secara resmi mengonfirmasi bahwa seorang warganya telah meninggal dunia akibat terpapar kasus Hanta Virus pada bulan Maret 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang Feria Kowira menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan temuan pertama infeksi virus ini di wilayah administratifnya.
Baca Juga:
Kemenkes Pastikan Kasus Hantavirus di Indonesia Belum Menular ke Manusia
Ia memaparkan bahwa pasien tersebut pada awalnya sempat menerima penanganan medis secara intensif di fasilitas kesehatan setempat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Pasien sempat menjalani perawatan di RSUD dr Agoessdjam Ketapang dan meninggal dunia," ujar Feria Selasa (12/5/2026) sore.
Ia menuturkan bahwa penyebaran infeksi pada korban juga diperparah oleh faktor komorbiditas atau kondisi kesehatan lain yang diderita sebelumnya.
"Selain terpapar Hanta Virus, pasien juga memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatannya,” tambahnya.
Kepastian mengenai jenis penyakit infeksi tersebut diperoleh pihak berwenang setelah sampel medis pasien diperiksa secara mendalam di laboratorium pusat.
Pemeriksaan spesimen korban dilakukan secara langsung oleh tim ahli di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan yang berlokasi di Salatiga, Jawa Tengah.
Berdasarkan analisis epidemiologi dari Dinas Kesehatan, penularan penyakit ini murni berasal dari hewan pengerat dan sama sekali tidak menyebar antar individu.
"Penularannya dari tikus ke manusia, bukan dari manusia ke manusia, sehingga masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada," katanya.
Merespons temuan kasus Hanta Virus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bersama tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan langkah mitigasi di lapangan.
Petugas kesehatan segera melakukan penelusuran kontak erat serta pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh warga yang bermukim di sekitar lokasi tempat tinggal korban.
"Hasil pemeriksaan terhadap warga di sekitar lokasi tidak ditemukan adanya kasus positif lainnya," tegas Feria.
Walaupun belum ditemukan penambahan pasien baru, pemerintah daerah tetap meminta seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan secara kolektif.
Upaya pencegahan paling utama yang harus dilakukan adalah senantiasa menjaga kebersihan diri serta merawat lingkungan sekitar tempat tinggal.
Baca Juga:
Puluhan Kasus Terdeteksi, Pemerintah Terus Pantau Penyebaran Hantavirus di Indonesia
Masyarakat juga ditegaskan untuk secara proaktif menutup rapat seluruh celah yang memungkinkan hama masuk ke dalam area dalam rumah.
"Tidak perlu kita panik, namun wajib waspada," imbaunya.
Setiap keluarga diimbau untuk selalu memastikan ketersediaan makanan dan minuman harian tidak terkontaminasi oleh kotoran maupun urin dari hewan pengerat.
Cairan sekresi dari tikus liar diketahui sangat berpotensi menjadi media penyebaran virus yang menyerang sistem kesehatan manusia.
"Pastikan rumah tetap bersih, sampah jangan menumpuk, dan tutup akses tikus masuk ke rumah," pesannya.
(*Red)
Tag:
#Kesehatan Masyarakat
#Berita Ketapang
#Dinas Kesehatan Ketapang
#penyakit menular
#Hanta Virus
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.