faktakalbar

Warga Mensubang Duduki Mess Karyawan PT SMS Terkait Konflik Lahan di Ketapang

Penulis: Redaksi Tuesday, 17 February 2026 📖 1 menit
Warga Mensubang Duduki Mess Karyawan PT SMS Terkait Konflik Lahan di Ketapang
Faktakalbar.id, KETAPANG – Puluhan warga Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, melakukan aksi pendudukan di mess karyawan PT Sandai Makmur Sawit (SMS) pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Aksi ini dipicu oleh kekesalan warga atas penggusuran paksa ratusan hektar kebun karet milik mereka yang diklaim perusahaan masuk ke dalam area Hak Guna Usaha (HGU). Baca Juga: Bupati Alex Pimpin Rapat Selesaikan Konflik Lahan Pelajau Jaya Dengan PT Minamas Aksi protes tersebut berujung pada pengusiran paksa terhadap seluruh karyawan yang berada di lokasi. Warga menuntut agar pihak manajemen perusahaan segera menghentikan aktivitas dan meninggalkan wilayah desa mereka sebagai bentuk pertanggungjawaban atas lahan yang digusur. Adu Mulut dan Tuntutan Warga Suasana di lokasi sempat memanas ketika warga mendatangi mess tersebut. Adu mulut antara warga dan perwakilan perusahaan tidak terhindarkan saat masyarakat menyampaikan keberatan mereka atas hilangnya lahan perkebunan karet yang menjadi sumber penghidupan. Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas penggusuran lahan yang dilakukan secara sepihak. Mereka mendesak adanya solusi nyata terkait Konflik Lahan di Ketapang ini agar hak-hak masyarakat lokal atas tanah ulayat atau perkebunan mereka tetap terlindungi. Baca Juga: Sengketa Lahan 400 Hektar di Lembah Mukti, BPN Ketapang Belum Ekspose Hasil Ukur Lapangan Klaim Perusahaan dan Situasi Terkini Di sisi lain, pihak perusahaan menyatakan bahwa operasional mereka dilakukan berdasarkan izin HGU yang berlaku. Namun, perbedaan klaim antara peta perusahaan dan pengakuan kepemilikan lahan oleh warga menjadi inti utama dari kericuhan ini. (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK